Social media specialist kini jadi salah satu pilihan side hustle paling dicari, terutama di tengah kondisi ekonomi yang naik-turun seperti sekarang. Istilah “in this economy” sendiri jadi sindiran akrab buat menggambarkan situasi di mana harga kebutuhan terus naik, sementara gaji terasa jalan di tempat.
Di tengah kondisi seperti ini, banyak orang mulai mencari penghasilan tambahan yang fleksibel. Salah satu jalan yang makin populer adalah menjadi social media specialist paruh waktu — pekerjaan yang bisa dilakukan dari mana saja, tanpa harus resign dari kerjaan utama.
Ada beberapa alasan kenapa profesi ini banyak dilirik sebagai kerja sampingan. Berikut penjelasannya.
Berbeda dengan bisnis yang butuh modal besar, menjalani profesi ini hanya membutuhkan laptop, koneksi internet, dan kemampuan mengelola konten. Dengan kata lain, risikonya jauh lebih kecil dibanding membuka usaha baru.
Hampir semua bisnis, dari UMKM sampai brand besar, membutuhkan kehadiran digital yang aktif. Oleh karena itu, kebutuhan akan tenaga social media specialist — baik full-time maupun freelance — terus meningkat setiap tahun.
Sebagian besar pekerjaan social media bisa dikerjakan di luar jam kantor. Misalnya, membuat kalender konten di malam hari atau menjadwalkan posting di akhir pekan. Fleksibilitas inilah yang membuatnya cocok dijalankan sebagai side hustle.
Banyak pelaku di bidang ini sukses justru belajar otodidak lewat praktik langsung. Sebaliknya dengan profesi lain yang mensyaratkan gelar khusus, bidang ini lebih terbuka bagi siapa saja yang mau belajar dan konsisten membangun portofolio.
Sebelum terjun, ada beberapa kemampuan dasar yang sebaiknya dikuasai:
Menariknya, sebagian besar skill ini bisa dipelajari gratis lewat video tutorial atau kursus online. Dengan demikian, hambatan untuk memulai relatif rendah dibanding profesi lain.
Penghasilan sebagai social media specialist lepas sangat bervariasi, tergantung jam terbang, jumlah klien, dan cakupan pekerjaan (misalnya hanya membuat konten, atau termasuk strategi dan laporan). Semakin banyak portofolio dan hasil kerja yang terukur, semakin besar juga peluang mendapat klien dengan bayaran lebih tinggi.
Menurut laporan Hootsuite Social Trends, permintaan terhadap talenta pengelola media sosial terus meningkat seiring makin banyaknya bisnis yang mengandalkan platform digital untuk penjualan. Tren ini membuka peluang besar bagi siapa pun yang ingin memulai karier atau side hustle di bidang social media.
Berikut langkah sederhana untuk mulai merintis side hustle ini:
Selain itu, bergabung dengan komunitas atau mengikuti akun edukasi digital marketing seperti blog Shortail Digital juga bisa membantu mempercepat proses belajar.
1. Apa bedanya social media specialist dengan social media manager? Social media specialist umumnya fokus pada eksekusi teknis seperti membuat konten dan menjadwalkan posting. Sementara itu, social media manager memiliki cakupan lebih luas termasuk merancang strategi dan mengelola tim.
2. Apakah pekerjaan ini bisa dilakukan tanpa pengalaman sebelumnya? Bisa. Banyak pemula di bidang ini memulai dari nol dengan membangun portofolio sendiri, misalnya lewat akun pribadi atau membantu bisnis kecil secara gratis di awal.
3. Berapa jam waktu yang dibutuhkan untuk menjalankan side hustle ini? Tergantung jumlah klien, tapi umumnya bisa dimulai dengan 1-2 jam per hari di luar jam kerja utama, terutama untuk perencanaan konten dan penjadwalan posting.
4. Platform apa yang paling penting dikuasai lebih dulu? Instagram dan TikTok biasanya jadi titik awal yang baik karena permintaannya tinggi, tapi ini juga tergantung jenis bisnis target klien Anda.
5. Apakah side hustle ini bisa berkembang jadi karier penuh waktu? Sangat mungkin. Banyak pelaku profesi ini yang akhirnya beralih ke pekerjaan penuh waktu di agency atau bahkan membuka jasa sendiri setelah portofolio dan jaringan klien berkembang.
Di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu, memiliki keahlian sebagai social media specialist bisa jadi bekal berharga — baik sebagai side hustle maupun batu loncatan karier jangka panjang. Yang dibutuhkan hanyalah kemauan belajar dan konsistensi membangun portofolio dari sekarang.
Ingin belajar lebih dalam soal strategi media sosial dari sisi profesional? Simak artikel dan tips lainnya di Shortail Digital untuk terus mengasah skill Anda.
Marketing Strategy Brand Ambassador: Strategi Ampuh Bangun Kepercayaan dan…
Social Media Cara Menjadi TikTok Affiliate: Panduan Lengkap Dapatkan…
Marketing Strategy Apa Itu Digital Marketing? Panduan Lengkap Strategi…
Dapatkan sesi konsultasi 30 menit bersama tim kami. Tanpa ikatan kontrak, tanpa biaya tersembunyi.
Respon cepat dalam 24 jam